Lebanon Siaga Serangan Gelombang Virus Covid-19 Kedua

Kamis, 14/05/2020 09:01 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah Lebanon memerintahkan sebagian besar wilayah untuk ditutup kembali selama empat hari, dimulai pada Rabu malam, karena berusaha menangkal kebangkitan virus corona baru atau Covid-19 setelah meredakan beberapa pembatasan.

Negara itu telah dikunci sejak pertengahan Maret untuk mengendalikan wabah yang telah menginfeksi 870 orang dan menewaskan 26 orang. Namun Lebanon mulai mencabut pembatasan pekan lalu sebagai bagian dari rencana jangka panjang, membiarkan restoran, salon rambut, lokasi konstruksi, dan lain-lain buka kembali pada kapasitas yang lebih rendah.

Tetapi kabinet sepakat pada "penutupan penuh" selama empat hari untuk mengekang peningkatan infeksi baru dalam beberapa hari terakhir, setelah penurunan dalam kasus-kasus yang oleh pemerintah dianggap berhasil.

"Prestasi ini berisiko runtuh karena beberapa orang tidak mematuhi pedoman," ujar Perdana Menteri Hassan Diab dalam sebuah pernyataan dilansir Middleeast, Kamis (14/05).

Menteri Informasi Manal Abdel Samad mengatakan penutupan empat hari, yang tidak termasuk supermarket dan apotek, juga akan memungkinkan tim dari kementerian kesehatan untuk melakukan pengujian lebih lanjut.

Dia menambahkan bahwa pemerintah akan mengevaluasi kembali rencana lima tahap semula untuk secara bertahap membuka kembali perekonomian.

Bandara Beirut telah ditutup selama hampir dua bulan, kecuali untuk penerbangan yang membawa ribuan orang asing pulang, menambah peningkatan infeksi.

Kuncian sudah termasuk jam malam, dengan pasukan keamanan berpatroli di beberapa jalan.

Pandemi telah memperparah kesengsaraan di Lebanon, yang sudah bergulat dengan krisis keuangan yang telah memangkas lebih dari setengah nilai mata uangnya sejak akhir tahun lalu.

TERKINI
OJK Minta Perbankan Blokir 36.735 yang Terkait Judi Online KAI: Volume Pengguna Commuter Line di Stasiun Citeras Meningkat Juni 2026, Utang Pinjol Masyarakat Tembus Rp105 Triliun PBB Peringatkan Krisis Pendidikan Palestina Akibat Gempuran Israel