Jum'at, 01/05/2020 13:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Produsen motor besar Harley Davidson (HD) terkena imbas dari wabah Covid-19. Penjualan Kuartal I tahun 2020 disebutkan turun.
Harley Davidson laporkan penurunan laba selama periode ini. Sebenarnya HD memang sedang mengalami kesulitan penjualan selama tujuh tahun terakhir.
Berdasarkan laporan perusahaan, sepanjang 2019 Harley Davidson hanya menjual 125.995 unit saja. Padahal, pada 2012 perusahaan mampu menjual sebanyak 160.400 unit. Artinya, penurunan terjadi 22 persen.
Sementara itu, pada kuartal I penjualan malah anjlok 18 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan begitu, keuntungan perusahaan turun 45 persen, dari US$128 juta atau sekitar Rp1,94 triliun menjadi US$78 juta atau sekitar Rp1,18 triliun.
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Pemerasan Sertifikasi K3
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang
Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pembangunan Kawasan Transmigrasi
Kondisi internal HD juga mengalami masalah. Pasalnya, CEO Mike Levatich, mengundurkan diri dari jabatannya. Pengganti sementara Levatich, Jochen Zeitz, mengatakan, perusahaannya sedang berhati-hati dalam menyusun strategi selama pandemi.
Keyword : Harley DavidsonCovid-19