Ternyata, Penggusuran Demi Pencitraan Ahok

Kamis, 01/09/2016 17:52 WIB

Jakarta - Penggusuran menjadi alat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk pencitraan. Kesan tegas dan berani memang muncul, tapi kok beraninya sama rakyat kecil?

Pernyataan ini disampaikan Abraham `Lulung` Lunggana kepada jurnas.com di Jakarta.

"Penggusuran semata-mata untuk pencitraan, itu satu. Kedua, kita lihat setelah penggusuran yang diuntungkan siapa? pengembang," jelasnya.

Menurut Haji Lulung, tipikal pemimpin yang hanya berani kepada rakyat kecil tak pantas disebut hebat. Apalagi masyarakat sudah bisa diajak berdialog dan negosiasi.

Penggusuran bisa dihindari karena penataan permukiman bisa dilakukan bersama-sama oleh warga dan pemerintah jika pendekatannya baik.

"Tapi ini kan maunya sendiri. Padahal kebijakan pemerintah jangan berdampak buruk pada rakyat," imbuhnya.

Sebagai wakil rakyat, Haji Lulung mengaku prihatin kepada masyarakat yang dikorbankan oleh Ahok demi pencitraan.

"Mereka (rakyat) itu kasihan, mereka itu dibebani Rp350.000 dan rusun itu masih dikelola oleh pengembang, jadi tidak diberikan ke pemda," ungkap Lulung.

Pada bagian akhir, Haji Lulung menguingatkan warga Jakarta saat ini tengah mendapat ujian dengan diberikan pemimpin arogan. Banyak persoalan muncul, sementara di sisi lain konglomerasi semakin kuat.

"Alloh SWT sedang menguji kita dengan seorang pemimpin (Ahok) seperti sekarang," ujar Lulung yang menutup pembicaraan dengan keyakinan bahwa kezoliman pasti akan segera kalah.

TERKINI
Ini Alasan Gunung Papandayan Cocok untuk Pendaki Pemula Komisi X Sebut Bali Jadi Role Model Pemanfaatan Data BPS Panduan Adab dan Sunah Hari Jumat Sesuai Tuntunan Rasulullah Komisi X Tegaskan BPS Harus Sajikan Data Faktual