Minggu, 28/08/2016 01:12 WIB
Paris - Keputusan Pengadilan Prancis yang menangguhkan larangan kaum wanita mengenakan pakaian renang yang menutupi seluruh tubuh (Burkini) di satu Pantai Kota Mediterania, diabaikan Perdana Menteri, Manuel Valls. PM Sosialis ini menyatakan, perdebatan belum berakhir dan ngotot pakaian itu adalah simbol dari Islamisme yang mundur dan mematikan.
Keputusan Dewan Negara menentang larangan kawasan resor Villeneuve-Loubet memberlakukan burkini. Karena, diperkirakan akan menjadi preseden bagi sejumlah kota Prancis yang juga telah memberlakukan larangan-larangan tersebut. Pemakaian burkini tidak mengancam tata laku di publik, kata dewan itu, yang merupakan pengadilan administratif tertinggi Prancis.
Prancis Dilanda Badai Petir, 7.500 Rumah Tanpa Listrik
Kapal Migran Terbakar di Selat Inggris, 157 Orang Berhasil Diselamatkan
Prancis Perketat Perbatasan dengan Spanyol Imbas Imigran Cueta
Keyword : Manuel Valls Prancis Burkini