Infrastruktur Kesehatan Iran Sudah Siap Hadapi Lonjakan Corona

Sabtu, 28/03/2020 17:48 WIB

Teheran, Jurnas.com - Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan bahwa infrastruktur kesehatan Negeri Para Mullah cukup kuat dan siap untuk menghadapi kemungkinan peningkatan kasus virus corona.

"Infrastruktur kesehatan kita kuat; tidak hanya itu mengalami keadaan saat ini, tetapi dokter dan perawat kami siap untuk kemungkinan lonjakan," kata Rouhani pada Sabtu (28/3).

Berbicara di Markas Besar Nasional untuk Mengelola dan Memerangi Coronavirus, Rouhani mangatakan, Iran sudah berhasil menghindari krisis yang dihadapi oleh negara-negara lain, seperti kekurangan makanan dan pasokan medis yang kritis.

"Syukurlah semuanya bekerja bersama; kilang minyak dan sumur minyak kami, pembangkit listrik kami, pusat pengolahan air kami di seluruh negeri dan sistem transportasi nasional kami siap dan aktif," katanya.

Rouhani menambahkan bahwa pemerintah Iran menanggung 90% biaya pasian virus corona, berbeda dengan pasien di negara-negara tertentu yang harus membayar hingga 1.500 dolar untuk menerima layanan serupa.

Rouhani juga menyampaikan bahwa Iran sudah mengalokasikan 20% dari anggaran Tahun Baru untuk melawan pandemi virus corona atau yang belakangan disebut COVID-19.

"Langkah ini mungkin mengejutkan dunia karena kita saat ini sedang dikenai sanksi, bersama dengan fakta bahwa rumah sakit kita dilengkapi dengan baik dan tenaga medis kita memiliki semangat tinggi," kata Rouhani.

Di tengah upayanya memerangi virus yang hampir mirip dengan gejala awal virus SARS, Iran menghadapi sanksi luas Amerika Serikat (AS) menargetkan setiap aspek ekonomi Iran.

Belakangan pemimpin dunia, tokoh dan kelompok sudah meminta AS untuk menangguhkan sanksi yang berdampak negatif terhadap upaya Iran untuk mengekang wabah tersebut.

TERKINI
Bunyi Piagam Jakarta Sebelum Diubah Menjadi Pancasila Keselamatan Transportasi Bayangi Daerah 3T, Pemerintah Diminta Bertindak Legislator PDIP: Tiket Pesawat Mahal Hambat Pariwisata dan Ekonomi Rakyat JCBC ke-17, Indonesia dan Malaysia Bahas Penguatan Ekonomi-Perlindungan WNI