Senin, 22/08/2016 11:24 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Senin pagi bergerak melemah ke Rp13.164 per dolar AS.
"Bank Indonesia mempertahankan suku bunga baru. Pelonggaran moneter yang tertunda bisa membuat pelemahan rupiah di tengah penguatan dolar AS di pasar global," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Senin (22/8/2016).
Bank Indonesia pertahankan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 5,25%, dengan penurunan bunga "lending facility" sebesar 100 basis poin menjadi 6 persen.
Bank Indonesia juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi di 2016 yang turut mempengaruhi laju mata uang domestik.
Pekan Ini, IHSG Menguat 2,35 Persen
Takut Ledes, Dinar Candy Tolak Tawaran 1 Miliar dari Pria Hidung Belang
Pekan Ini, Perdagangan Saham Bergerak Bervariasi
Di sisi lain, lanjut dia, spekulasi pembatasan produksi minyak mentah oleh anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), mendorong harga minyak mentah dunia turun sehingga mempengaruhi mata uang komoditas, seperti rupiah.
Pada Senin pagi, harga minyak jenis WTI Crude melemah 1,20% jadi 47,94 dolar AS per barel, dan Brent Crude turun 1,51% jadi 50,11 dolar AS per barel.