Minggu, 21/08/2016 20:13 WIB
Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berpikir ulang untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 lantaran menjalankan politik pecah-belah.
Pernyataan ini disampaikan Ketua DPP PDI-P Andreas Hugo Pareira dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Minggu (21/8). Selain loyalitasnya buruk, Ahok suka memecahbelah partai yang sudah solid.
“Loyalitasnya buruk, suka mengadu domba. Saya kira bukan hanya PDI-P yang perlu berpikir ulang untuk mengusung Ahok,” ujar Andreas.
Ketua DPP PDI-P bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini menyimpulkan karakter buruk Ahok setelah mendengar pernyataannya saat datang ke kantor DPP PDI-P. Kala itu, Ahok mengaku tidak meminta dukungan PDI-P, melainkan hanya meminta agar kader PDI-P Djarot Syaiful Hidayat diizinkan menjadi calon wakil gubernur.
Bangun Hybrid Warehouse, Ahok Nilai Duta Indah Starhub Jeli Lihat Pasar
Kejagung Diminta Periksa Ahok dan Nicke Soal Dugaan Keterlibatan Thohir Bersaudara di Korupsi Pertamina
Periksa Ahok, KPK Dalami Kerugian Pertamina Akibat Pengadaan LNG
“Ucapan Basuki atau Ahok yang menyebut tidak membutuhkan PDI-P, melainkan hanya Djarot Saiful Hidayat merupakan upaya Ahok untuk mengadu domba Djarot dengan PDI-P,” tukas Andreas.
Sebelumnya, Ahok memang datang ke kantor DPP PDI-P dengan tujuan meminta izin agar Djarot diizinkan menjadi pasangannya sebagai calon wakil gubernur. “Saya enggak minta (dukungan) PDI-P loh, saya minta Djarot mau enggak ikut saya jadi wakil,” kata Ahok.
Keyword : Ahok PDI-P Pilkada DKI