Rabu, 18/03/2020 22:20 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ribuan orang hadir dalam acara Tabligh Akbar se-Asia di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Rabu (18/3) malam, yang digelar oleh Jemaah Tabligh, di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Padahal acara serupa sebelumnya di Malaysia disebut sebagai penyebab terjadinya penyebaran Covid-19 di sejumlah negara, termasuk Brunei Darussalam, Thailand, dan Kamboja.
Dikutip dari Reuters, penyelenggara mengatakan bahwa acara keempat di dunia itu tetap digelar, meskipun Polda Sulsel sudah meminta agar acara tersebut ditunda.
"Kami lebih takut kepada Tuhan," salah satu penyelenggara, Mustari Bahranuddin, kepada Reuters.
KPK Ungkap 27.969 Bidang Tanah Pemda Sumsel Belum Bersertifikat
Bertemu Bupati Gowa, Mendes Dorong Pengembangan Desa Jadi Destinasi Wisata
Berhak Sebagai PAW DPR RI, Putri Dakka Kirim Surat ke Surya Paloh
"Karena kita semua manusia, kita takut penyakit dan kematian," imbuh dia.
"Tapi ada sesuatu yang lebih tinggi dari tubuh, yaitu jiwa kita," tambah Bahranuddin.
Menurut salah seorang pejabat daerah, Arifuddin Saeni, panitia menolak mentah-mentah permintaan resmi dari pihak berwenang untuk menunda acara Tabligh Akbar.
Dia memperkirakan saat ini 8.695 orang berkumpul di Gowa. Dan jumlah itu membuat pemerintah kesulitan untuk menghentikan acara.
"Mereka masih datang. Ada orang-orang dari Thailand, Arab, India, dan Filipina," terang Saeni.
Bahranuddin menambahkan, sebelum acara pihak panitia telah melakukan pemeriksaan suhu kepada para jemaah sebagai tindakan pencegahan.
Sementaara Saeni memastikan bahwa pejabat kesehatan telah disiagakan di sekitar lokasi acara untuk memantau peserta.
Keyword : Virus Corona Tabligh Akbar Gowa Sulawesi Selatan