Sabtu, 14/03/2020 07:40 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Di tengah meningkatnya virus corona di seluruh dunia, sekolah-sekolah Libya ditutup sementara hingga keadaan kembali dapat terkendali.
Sekolah-sekolah di daerah-daerah yang dikendalikan oleh pemerintah Tripoli dan pemerintahan saingan di Benghazi akan ditutup selama dua minggu.
Selain itu, Pemerintah Libya yang berbasis di timur juga telah menangguhkan pendidikan dan melarang warga untuk mengunjungi kafe-kafe shisha di wilayah tersebut.
Dilansir Middleeast Monitor, Libya belum mengonfirmasi kasus virus corona tetapi kepala pusat pengendalian penyakitnya mengatakan bahwa negara itu tidak memiliki fasilitas isolasi yang memadai untuk wabah.
Kanada Deteksi Kasus Pertama COVID Varian BA.2.86
Ratusan Ribu Kucing di Siprus Mati Akibat Virus Corona
Semua Negara Disebut Tidak Siap Hadapi Pandemi Berikutnya
Hingga saat ini, China daratan masih menjadi negara dengan kasus terbanyak, yakni sebesar 80.797 kasus. Setelahnya disusul oleh Italia (15.113 kasus), Iran (10.075 kasus), dan Korea Selatan (7.979 kasus).
Keyword : Pemerintah Libya Virus Corona Kegiatan Sekolah