Senin, 09/03/2020 11:05 WIB
Mimika, Jurnas.com - Ratusan warga sipil meninggalkan wilayah Tembagapura, Mimika, Papua menyusul terjadi kontak tembak antara aparat TNI/Polri dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).
Kekhawatiran warga memuncak menyusul KKSB memasuki kawasan perkampungan di distrik Tembagapura, wilayah dataran tinggi Mimika di dekat area operasi PT. Freeport Indonesia.
Pada Minggu (8/3/2020) malam, dilaporkan 614 warga tengah dipersiapkan di Tembagapura untuk dievakuasi ke Timika menggunakan 10 bus milik PT. Freeport Indonesia.
Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Pio L. Nainggolan mengatakan, mereka akan dibawa ke posko pendataan di kediaman Yanes Natkime, Mile 32. Selanjutnya mereka dibawa ke rumah keluarga masing-masing.
Eliano Reijnders Takjub, Sebut Bobotoh Lebih Gila dari Eropa
Pelatih Bhayangkara Puas Usai Raih Kemenangan Telak di Akhir Musim
Dony Tri Sabet Penghargaan Pemain Muda Terbaik Super League 2025/26
Mengutip Seputar Papua, Gelombang warga meninggalkan kampung mereka ke wilayah perkotaan yang lebih aman telah berlangsung sejak Jumat (6/3) tercatat 258 orang, Sabtu (7/3) 699 orang, dan rencananya Minggu 614 orang.
Mereka berasal dari empat kampung di Distrik Tembagapura, yakni Banti, Kimbeli, Utikini, dan Opitawak.
Ditengarai hampir seluruh kelompok KKSB di wilayah pegunungan tengah Papua telah berkumpul di Tembagapura. Mereka berada di sekitar perkampungan dan meminta logistik kepada masyarakat.
"Kita berharap masyarakat disana seluruhnya bisa mengungsi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Nainggolan.
Keyword : Kecamatan Tembagapura Papua KKSB