Sabtu, 07/03/2020 20:20 WIB
Riyadh, Jurnas.com - Kerajaan Arab Saudi kembali membuka Matf, area yang berada di sekitar Kakbah pada Sabtu (7/3) dini hari.
Sebelumnya lokasi tersebut ditutup untuk sementara, guna proses sterilisasi dari wabah virus corona baru atau Covid-19.
Pekan ini, pemerintah Saudi juga menyetop pelaksanaan ibadah umrah, karena dikhawatirkan dapat memperluas wabah virus asal Wuhan, China tersebut.
"Raja Salman telah mengizinkan pembukaan Mataf (tempat orang-orang mengitari Kakbah), untuk pelaku non-umrah mulai Sabtu dini hari," demikian laporan Saudi Press Agency (SPA) yang dikutip oleh AFP.
Saan Pastikan Layanan Jemaah Haji di Madinah Siap, Termasuk Hotel Bintang 5
Naik dari Tahun Lalu, Jumlah Jemaah Haji 2026 Sentuh Angka 1,7 Juta Orang
Kemenhaj Siagakan Mobile Crisis Rescue di Mina Respons Situasi Darurat
Pada hari yang sama, pemerintah mengumumkan bahwa pintu masuk Arab Saudi untuk negara asal Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain akan dibatasi pada tiga bandara di Riyadh, Jeddah, dan Dammam.
Sedangkan penerbangan ke sejumlah negara antara lain Bangladesh, Filipina, India, Sri Lanka, Suriah, Libanon, dan Mesir masih berada dalam masa penangguhan.
"Untuk jalur darat, hanya truk komersial yang diizinkan menyeberang," lanjut SPA.
Sebelumnya, Saudi kembali membuka Masjidil Haram di Mekah, dan Masjid Nabawi di Madinah pada Jumat (6/3), setelah kedua tempat suci itu ditutup sementara.
Negara petrominyak itu mengkonfirmasi lima kasus virus corona yang seluruhnya masuk ke negara kerajaan tersebut melalui Bahrain dan Kuwait, setelah awalnya berasal dari Iran.
Seorang pejabat Saudi mengecam Iran karena tidak menstempel paspor warga Saudi yang memasuki wilayah Iran, dan menegaskan kembali bahwa warga Saudi tidak boleh melakukan perjalanan ke Iran karena alasan apa pun.
Pemerintah menekankan bahwa tindakan hukum serius akan diambil terhadap mereka yang melanggar ketentuan ini di masa mendatang.
Keyword : Arab SaudiVirus CoronaMatafKakbahMekkah