Rabu, 12/02/2020 05:54 WIB
Manila, Jurnas.com - Juru bicara Kepresidenan Filipina, Salvador Panelo mengatakan, Manila tak akan melanjutkan Perjanjian Kunjungan Pasukan (VFA) dengan militer Amerika Serikat (AS).
"Sudah saatnya kita mengandalkan diri sendiri, kita akan memperkuat pertahanan kita dan tidak bergantung pada negara lain," juru bicara Kepresidenan Filipina Salvador Panelo, membaca pernyataan Presiden Duterte, kutip Channel News Asia.
Duterte tak setuju dengan aliansi militer antara Filipina dan AS.
Dia membatalkan kesepakatan itu setelah mitra dekat tersebut membatalkan visanya ke AS karena kasus perang melawan narkoba yang dilakukan Duterte.
Qalibaf Bantah Klaim AS soal Ekonomi Iran, Singgung Biaya Perang Rp2.000 T
Presiden Iran Minta Trump Hindari Gejolak dan Pilih Jalur Dialog
Iran dan Oman Sepakat Buka Selat Hormuz Jika AS Penuhi Komitmen
Kedua negara menandatangani berkas VFA pada 1998, yang memberikan status hukum bagi ribuan tentara AS dirotasi ke Filipina untuk latihan militer dan bantuan kemanusiaan.
Meski begitu, Perjanjian Pertahanan Bersama dan Perjanjian Kerjasama Pertahanan yang Disempurnakan (EDCA) yang telah diteken kedua negara tetap berlaku.
Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin lewat Twitter mengkonfirmasi bahwa Kedutaan Besar AS di Manila telah menerima pemberitahuan pembatalan itu. Pembatalan ini resmi berlaku pada 180 hari mendatang. (Anadolu)
Keyword : Batalkan Perjanjian MiliterAmerika SerikatSalvador PaneloPresident FilipinaRodrigo Duterte