Hamas Serukan Persatuan Melawan Kesepakatan Abad Ini Trump

Senin, 10/02/2020 13:50 WIB

Yerusalem, Jurnas.com - Gerakan perlawanan Palestina, Hamas memuji tindakan warga Palestina Tepi Barat dalam menolak apa yang disebut "kesepakatan abad ini" dan menyerukan pembentukan front persatuan melawan rencana tersebut.

"Kami memang memberi selamat hari ini rekan-rekan kami di Tepi Barat dan Yerusalem al-Quds atas ketabahan mereka dan operasi luar biasa yang menantang perhitungan mereka," kata Juru Bicara Hamas, Fawzi Barhoum dalam sebuah pernyataan pada Minggu (9/2).

"Kami menyerukan kepada mereka untuk mengintensifkan upaya perlawanan rakyat mereka dengan menggunakan semua cara yang mungkin dalam segala bentuk," tambahnya.

Barhoum mengatakan bahwa pembentukan front persatuan dan perjuangan melawan apa yang disebut kesepakatan abad ini telah menjadi tuntutan semua warga Palestina.

Pekan lalu, Washington mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibukota Israel yang tidak terbagi dan memungkinkan rezim untuk mencaplok permukiman di Tepi Barat yang diduduki dan Lembah Yordan.

Langkah itu sejak itu menimbulkan banyak kemarahan dan protes di seluruh Palestina, dengan tentara Israel diserang pada banyak kesempatan di tengah protes di Tepi Barat.

Militer Israel telah berusaha untuk menanggapi ketegangan yang meningkat di Tepi Barat dan di sepanjang Jalur Gaza dengan meningkatkan kehadiran militernya di seluruh wilayah.

Awal pekan ini, Israel mengumumkan akan mengirim pasukan tempur tambahan ke Tepi Barat. Israel juga telah melancarkan beberapa serangan terhadap Gaza dalam sepekan terakhir.

Pada Minggu (9/2), rencana Israel menargetkan kota pusat Deir al-Balah dan Khan Yunis di Jalur Gaza selatan, menurut laporan setempat. (Press TV)

TERKINI
Selalu Spektakuler, Zendaya Masih Bingung Pakai Gaun Apa di Met Gala 2024 Pendapatannya Jauh Beda dengan Taylor Swift, Travis Kelce Disebut Miskin Emily Blunt Puji Taylor Swift Bisa Membangkitkan Kepercayaan Diri Putri Sulungnya Suka Berkencan dengan `Berondong`, Cher Ungkap Pria Seusianya Sudah Banyak yang Mati