Sabtu, 08/02/2020 09:20 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Rusia tak mengindahkan ancaman dari sanksi baru oleh Amerika Serikat untuk mendukung pemerintah Venezuela yang terpilih secara hukum, yang dianggap sebagai upaya untuk merangsang oposisi internal di negara Amerika Latin itu.
"Ancaman Washington terhadap otoritas Rusia hanyalah upaya untuk menstimulasi pasukan anti-pemerintah, karena rendahnya popularitas wakil oposisi Juan Guaido," kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Rusia Nikolai Patrushev dilansir plenglish.
Selain itu, Gedung Putih berusaha untuk memaksakan kehendaknya di Venezuela melalui penipuan, kekerasan, dan menentang kehendak rakyat, mengecam pejabat Rusia itu.
"Seruan untuk menggulingkan pemerintah di Amerika Latin dengan kebijakan `tidak nyaman` telah lama menjadi ciri khas kebijakan AS," kata Partrushev.
Rusia Tawarkan Jadi Mediator Iran dan Amerika Serikat
Imbas Serangan AS, Gerilyawan Kolombia Kabur dari Venezuela
Inggris Sanksi Organisasi Media Pemerintah Rusia
"Tetapi kita juga tahu bahwa kebijakan ini menyebabkan kekacauan di seluruh wilayah dunia, perang dan disintegrasi negara," tambahnya.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional ingat bahwa satu tahun telah berlalu sejak upaya kudeta yang gagal di Venezuela.
Lebih jauh, tidak ada yang memilih Guaido dan dia hanya ditunjuk, sementara setelah satu tahun, rakyat Venezuela menunjukkan dukungan mereka, tepatnya, kepada presiden mereka yang sah, Nicolas Maduro, dia menekankan.