Daerahnya Jadi Tempat Karantina WNI dari Wuhan, Bupati Natuna : Masyarakat Sekarang Sudah Paham

Selasa, 04/02/2020 12:32 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal mengatakan masyarakat Natuna sudah memahami kebijakan dari pemerintah untuk melakukan karantina di wilayahnya.

Hamid mengungkapkan salah satu alasan yang membuat masyarakat bergejolak menolak karantina WNI dari Wuhan di tempatnya karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah pusat.

"Kita ini kan masyarakat di pulau. Jadi ketika mendengar ada karantina itu ya kaget, tapi sekarang mereka sudah paham kok," kata Hamid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (04/02/2020).

Untuk meluruskan kabar tentang virus Corona yang selama ini beredar. Hamid pun menginginkan agar pihak terkait melakukan dialog dengan warga setempat.

"Kita memang harus adakan dialog, di masjid raya itu, biar suasananya lebih adem, lebih tenang begitu. Warga juga saya yakin akan bisa menerima," katanya.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Kemenlu dan Kemenkes telah menunjuk wilayah Kepulauan Natuna sebagai tempat observasi terhadap 243 WNI yang telah dipulangkan dari Wuhan, China.

Masyarakat setempat sempat bergejolak dan memprotes kebijakan tersebut karena khawatir virus tersebut akan menyebar di wilayahnya.

Namun pemerintah menetapkan lokasi observasi di hanggar Raden Sajad yang merupakan pangkalan militer dengan radius 1-2 kilometer dari pemukiman warga sehingga mereka tidak perlu khawatir akan terjadi penyebaran virus tersebut.

Keyword : CoronaNatuna

TERKINI
Berbagai Peristiwa Bersejarah Tanggal 14 Juni dari Masa ke Masa 10 Ucapan Hari Donor Darah Sedunia 2026 yang Penuh Makna Hari Donor Darah Sedunia Diperingati Setiap 14 Juni, Ini Sejarahnya 14 Juni 2025: Cek Daftar Peringatan di Dunia Hari Ini