Senin, 03/02/2020 15:55 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ali al-Bayati, Wakil Komisi Tinggi Independen Hak Asasi Manusia Irak melaporkan bahwa korban tewas dari protes anti-pemerintah di Irak telah meningkat menjadi 556, Senin (03/02).
"Mereka yang meragukan angka tersebut harus mengungkapkan bukti mereka," kata Ali dilansir zamanalws.
Sebelumnya, Irak diguncang oleh protes massa sejak awal Oktober atas kondisi kehidupan yang buruk dan korupsi, memaksa Perdana Menteri Adil Abdul-Mahdi untuk mengundurkan diri pada November tetapi tetap sebagai kepala sementara negara.
Presiden Barham Salih menunjuk mantan menteri komunikasi Mohammed Tawfiq Allawi sebagai perdana menteri baru Sabtu malam dan menginstruksikan dia untuk membentuk pemerintahan baru.
Lolos ke Perempat Final, Souto Ingatkan Tim Tetap Fokus Lawan Irak
Belasan Pentolan Demo Anti Pemerintah Ditahan Polisi Thailand
Demo Anti Pemerintah di Thailand Berujung Bentrok
Menurut Amnesty International dan pernyataan-pernyataan sebelumnya oleh Salih, lebih dari 600 orang telah tewas selama protes.
Komisi sebelumnya mengumumkan bahwa lebih dari 17.000 orang telah terluka.
Keyword : Demo Anti Pemerintah Negara Irak