Sabtu, 01/02/2020 08:55 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Beijing dengan tajam mengkritik Amerika Serikat karena memperingatkan warga Amerika untuk menghindari China dan mendesak mereka yang sudah ada di sana untuk pergi karena keadaan darurat kesehatan coronavirus.
"Kata-kata dan tindakan pejabat AS tertentu tidak faktual atau tidak tepat," kata juru bicara kementerian luar negeri China Hua Chunying dalam sebuah pernyataan dilansir Channelnewsasia.
"Sama seperti WHO merekomendasikan terhadap pembatasan perjalanan, AS bergegas untuk pergi dengan cara yang berlawanan. Tentu saja bukan isyarat niat baik," tambahnya.
Departemen Luar Negeri AS telah meningkatkan peringatan waspada ke tingkat tertinggi, memberitahu orang Amerika untuk menghindari China.
Biaya Perang Amerika Serikat terhadap Iran Tembus Rp1.000 Triliun
FIFA Rilis Tambahan Tiket Piala Dunia, Babak Final Tembus Rp188 Juta!
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Kasus pertama penularan virus dari orang ke orang di tanah Amerika dikonfirmasi hari Kamis, seorang pria di Chicago yang tertular dari istrinya, yang telah melakukan perjalanan ke Wuhan.
Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross juga dikritik karena mengatakan virus itu, yang telah menewaskan 213 orang di China, dapat menggangu bisnis di China.
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, dalam kunjungan ke London, minggu ini membuat Beijing marah dengan menyebut Partai Komunis China yang berkuasa "ancaman utama zaman kita".
Sebelumnya, AS juga mengeluarkan larangan untuk warga China mengunjungi Amerika Serikat setelah WHO mengeluarkan darurat kesehatan untuk virus corona.