Sabtu, 18/01/2020 15:13 WIB
Omar, Jurnas.com - Aksi unjuk rasa menentan perjanjian multi miliar dolar Yordania untuk mengimpor gas alam dari Wilayah Palestina yang Diduduki.
Demonstran menentang Kesepakatan Gas dengan Entitas Zionis, di ibukota Amman, menyerukan Perdana Menteri Omar, Razzaz untuk mundur.
Demonstran juga menuntut parlemen untuk menentang perjanjian dan meminta pertanggungjawaban mereka yang terlibat dalam perjanjian tersebut.
Kemudian, aksi tersebut mendesak semua warga Jordan secara nasional terlibat menyerukan penghapusan perjanjian tersebut dan mengadili semua yang bertanggung jawab atas kejahatan serta pengkhianatan.
Massa Dorong KPK Tinjau Dugaan Kredit Bermasalah PLTA Poso
KPK Bakal Verifikasi Dugaan Mark Up Pengadaan Gas Air Mata
Koalisi Masyarakat Sipil Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Gas Air Mata ke KPK
Para pengunjuk rasa juga meneriakkan slogan-slogan untuk mengecam perjanjian gas dengan Israel dan menyerukan penggulingan pemerintah Razzaz.
Para pemrotes terlibat dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Yordania ketika mereka berusaha mencapai Lapangan Nakheel. Namun, para demonstran didorong kembali petugas polisi.
Pekan lalu, ratusan orang memprotes di kota Zarqa, Yordania timur laut, menentang impor gas alam dari Israel oleh Yordania.
Walikota Zarqa, Imad al-Momani, meminta pihak berwenang membatalkan perjanjian yang memalukan tersebut saat berbicara dengan para demonstran.