Senin, 13/01/2020 16:50 WIB
Berlin, Jurnas.com - Pergeseran dari kendaraan berbahan bakar minyak menjadi listrik, mengancam 410.000 bidang pekerjaan di Jerman pada 2030 mendatang.
Menurut Harian Handelsblatt, untuk produksi mesin dan transmisi saja, sekitar 88.000 pekerjaan akan berisiko, dikutip dari sebuah laporan Platform Nasional untuk Masa Depan Mobilitas (NPM), dewan penasihat pemerintah.
Mesin mobil listrik hanya membutuhkan bidang pekerjaan yang lebih sedikit, dan membutuhkan perawatan yang lebih sedikit dari pada mesin berbahan bakar minyak.
Kondisi ini, dikutip dari Reuters pada Senin (13/1), akan mengakibatkan merebaknya pemutusan hubungan kerja (PHK).
Jerman Sebut Siap Bantu Buka Kembali Selat Hormuz
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Imbas Kritikan Friedrich Marz
Suara Klakson Keras Kereta Uap Jerman yang Bikin Merinding Seketika
Produksi kendaraan akan lebih terotomatisasi dan tidak akan cukup untuk mendukung tingkat pekerjaan saat ini, kata Handelsblatt, mengutip Ketua NPM Henning Kagermann.
Pada 2018, pekerjaan di industri mobil di Jerman mencapai 834.000, tertinggi sejak 1991.
Badan industri mobil utama Jerman (VDA), yang pada Desember lalu memperingatkan akan lebih banyak PHK pada 2020 karena penurunan penjualan mobil global. Dikatakan, perkiraan NPM didasarkan pada "skenario ekstrem yang tidak realistis".
Industri ini, telah mempercepat rencana untuk meluncurkan kendaraan listrik, di bawah tekanan Uni Eropa untuk mengurangi emisi karbon dioksida.
Keyword : Mobil Listrik Jerman