Berpakaian Arab, Menhali Ditahan AS

Senin, 04/07/2016 15:03 WIB

Ohio- gara-gara mengenakan pakaian tradisional Arab dengan jubah dan sorban, Ahmed al-Menhali mengalami perlakukan tidak menyenangkan. dalam tayangkan video, terlihat seorang anggota polisi bersenjata mendekati saat di luar hotel dan memaksa untuk berbaring di lantai.

Menhali, yang mengenakan jubah putih dan penutup kepala sorban, berulangkali bertanya kenapa dirinya diperlakukan seperti itu. "Mereka bersikap brutal terhadap saya," kata Menhali kepada surat kabar terbitan UAE, The National.

"Mereka mendorong punggung saya. Saya mengalami luka dan berdarah akibat tindakan mereka," ungkapnya. Video penahanan Menhali, yang difilmkan oleh polisi, kemudian diterbitkan oleh media WEWS pada Jumat (01/07) lalu.

Media WEWS di Ohio melaporkan bahwa kepolisian telah menerima panggilan dari keluarga salah-seorang karyawan hotel tersebut yang mengatakan ada seorang pria dengan penutup kepala yang menyatakan setia ISIS melalui telepon genggamnya.

Wali kota dan kepala kepolisian Avon telah meminta maaf kepada Menhali, yang berada di kota itu untuk mengikuti perawatan setelah terserang stroke.

Pemerintah Uni Arab Emirat menghimbau warganya agar tidak mengenakan busana tradisional di luar negeri setelah seorang warga negara itu ditahan di AS saat mengenakan jubah dan sorban. Himbauan itu diberikan beberapa hari setelah seorang pebisnis UAE ditangkap di sebuah hotel di Avon, Ohio, saat mengenakan jubah tradisional dan sorban.

Kementerian dalam negeri UAE mengeluarkan himbauan pada Sabtu (02/07) agar warganya berhati-hati mengenakan busana tradisional saat berada di luar negeri,  demi mengantipasi keselamatan mereka.

 

 

 

Keyword :

TERKINI
Terus Digempur, Beberapa Warga Gaza Terluka Akibat Serangan Drone Israel Kasus Pungli di Kementerian Imipas Alarm Perbaikan Integritas Birokrasi Anggaran 2026 Terbatas, Komisi V Minta Kemenhub Gandeng Investor Swasta Stok Obat Habis, Sektor Kesehatan Palestina Berada di Ambang Kehancuran