Utusan Iran untuk PBB: Pembunuhan Jenderal Soleimani Babak Baru Perang

Sabtu, 04/01/2020 17:47 WIB

Teheran, Jurnas.com - Iran mengatakan, agresi Amerika Serikat (AS) yang menewaskan perwira militer senior, Mayor Jenderal Qassem Soleimani sama dengan melakukan perang terhadap bangsa Negeri Para Mullah.

"Sebenarnya, itu adalah tindakan perang di pihak Amerika Serikat terhadap rakyat Iran," kata Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Majid Takht-e Ravanchi kepada CNN.

Menurutnya, serangan itu adalah babak baru, yang sama saja dengan membuka perang melawan Iran. "Tanggapan atas tindakan militer adalah tindakan militer. Oleh siapa? Oleh ... kapan? Di mana? Itu untuk masa depan yang akan disaksikan," katanya.

Pada Jumat (3/1) pagi, drone AS menyerang kendaraan komandan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Soleimani dan  komandan kedua dari Mobilisasi Populer Irak (PMU), Abu Mahdi al-Muhandis di jalan Bandara Internasional Baghdad.

"Jika AS memiliki dugaan bukti yang menunjukkan Soleimani sedang merencanakan serangan besar terhadap kepentingan AS, mereka harus menunjukkannya," kata Takht-e Ravanchi, merujuk pada tuduhan dalih Washington untuk membenarkan agresi tersebut.

Sebelumnya, Ia menyurati kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, yang menyatakan, pembunuhan dengan dalih apa pun adalah contoh nyata terorisme negara dan merupakan tindakan kriminal yang melanggar prinsip dasar hukum internasional.

Ia  juga mengingatkan bahwa Republik Islam memiliki hak di bawah hukum internasional untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam hal ini, khususnya dalam menggunakan hak bawaannya untuk pertahanan diri.

Ia juga mengingatkan PBB bahwa selama bertugas, Jenderal Soleimani memberikan peran penting dalam membantu negara-negara kawasan dalam menghadapi berbagai bentuk teroris yang paling berbahaya, termasuk kelompok Takfiri Daesh, atas permintaan negara-negara itu sendiri.

Kekejaman itu, tulis Takht-e Ravanchi, mengingkari klaim Washington untuk memerangi terorisme di wilayah tersebut, dan menunjukkan bahwa itu adalah, pada kenyataannya, memerangi mereka yang memerangi terorisme.

"Tindakan Washington secara serius merusak upaya regional dan global dalam memerangi terorisme internasional," katanya, dan mendesak PBB untuk mengutuk pembunuhan itu.

TERKINI
`Sleeping Beauties: Reawakening Fashion` Jadi Tema Met Gala 2024, Apa Maknanya? Madonna Pecahkan Rekor Gelar Pesta Dansa yang Dihadiri 1,6 Juta Penggemar Sederet Selebriti Gelar Afterparty Met Gala 2024, Usher hingga Beyonce! Kini Bertubuh Langsing, Kelly Osbourne Bantah Pakai Ozempic