Eedogan Ancam Tutup Dua Pangkalan Militer AS di Turki

Senin, 16/12/2019 07:40 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan menutup dua pangkalan militer strategis yang digunakan Amerika Serikat di Turki, setelah Washington memperingatkan sanksi atas Ankara yang membeli senjata Rusia.

"Jika perlu, kita bisa menutup Incirlik dan kita bisa menutup Kurecik," kata Erdogan di saluran televisi pro-pemerintah A Haber dilansir Japantimes. Kedua pangkalan itu terletak di pantai barat daya Turki, dekat perbatasan dengan Suriah.

Erdogan telah secara teratur mengangkat kemungkinan ini di masa lalu, pada saat ketegangan antara kedua negara.

Angkatan Udara AS menggunakan pangkalan udara di Incirlik untuk menyerang posisi yang dipegang oleh apa yang disebut kelompok Negara Islam di Suriah. Pangkalan Kurecik memiliki stasiun radar utama NATO.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengangkat masalah pangkalan tersebut pekan lalu. Menanggapi ancaman sanksi baru AS, ia memperingatkan bahwa penutupan mereka bisa diletakkan di atas meja.

Turki menghadapi sanksi AS atas keputusannya untuk membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia, meskipun ada peringatan dari Washington.

Dan pada Jumat, Turki memanggil duta besar AS setelah Senat AS mengikuti majelis rendah dan memilih untuk mengakui pembunuhan 1915 orang Armenia sebagai genosida. RUU itu belum ditandatangani oleh Presiden Donald Trump.

Armenia mengklaim 1,5 juta orang tewas dalam pembunuhan itu. Turki mengatakan jumlah kematian jauh lebih rendah dan orang Turki juga tewas, menyalahkan pembunuhan pada Perang Dunia I.

TERKINI
Mengenal Sidang Pledoi dalam Hukum Pidana Kementrans-Agrinas Jajaki Kerja Sama Pengelolaan 2,3 Juta Ha Kebun Sawit Mengapa 10 Muharram Disebut Lebaran Yatim? Kalahkan Oman, Ranking Timnas Indonesia Naik 4 Peringkat