Kamis, 05/12/2019 19:05 WIB
Washington, Jurnas.cocm - Departeman Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) membantah laporan mengenai pasukan tambahakan militer AS yang akan dikucurkan di Timur Tengah.
Bantahan itu muncul sebagai reaksi terhadap sebuah artikel yang diterbitkan di Wall Street Journal pada Kamis (5/12).
Koran itu mengklaim bahwa Washington sedang mempertimbangkan penyebaran empat belas ribu tentara tambahan dan puluhan kapal angkatan laut di kawasan itu, untuk melawan dugaan ancaman dari Iran.
Namun, juru bicara Pentagon, Alyssa Farah mengatakan bahwa mereka tidak sedang mempertimbangkan untuk mengirim pasukan tambahan ke Timur Tengah.
Saksi Tegaskan Aliran USD271.500 ke Yaqut Tidak Clear
Iran dan Oman Sepakati Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz
Ratusan Ribu Siswa Palestina Kembali Bersekolah di Tepi Barat
"Agar lebih jelas, pelaporannya salah. AS tidak mempertimbangkan untuk mengirim 14.000 tentara tambahan ke Timur Tengah," kicau Alyssa Farah di akun Twitternya.
Ketegangan antara Teheran dan Washington telah mendidih sejak penarikan AS dari perjanjian nuklir 2015 tahun lalu dan penerapan kembali sanksi terhadap Iran. AS sejak itu meningkatkan kehadiran militernya di Teluk Persia.
Keyword : Timur TengahAmerika SerikatIran