Kemenhub Buka Peluang Operator Swasta Pasok Avtur

Senin, 25/11/2019 22:02 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi mengatakan, harga avtur (bahan bakar jet) yang mahal memicu naiknya harga tiket pesawat serta penutupan rute penerbangan perintis ke beberapa daerah.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah meminta PT Pertamina, sebagai satu-satunya pemasok avtur bagi maskapai nasional, untuk re-balancing harga di beberapa titik kritis.

Namun, Budi Karya berencana akan memberi kesempatan bagi operator swasta untuk memasok avtur di beberapa bandara.

"Kami sudah sampaikan ke Kementerian BUMN, sambil menunggu re-balancing kami akan beri kesempatan bagi operator avtur lainnya di beberapa titik," kata Budi Karya dalam rapat dengan Komisi V DPR di Jakarta, Senin (25/11).

"Kalau tidak ada penurunan harga dari Pertamina, pada Februari 2020 kita masukkan pemain yang lain," tambahnya.

Budi Karya, mengatakan perbedaan harga avtur di Jakarta dengan sejumlah daerah mencapai 25 persen. Perbedaan harga itu belum termasuk penambahan pajak pertambahan nilai (PPN).

Ia mengatakan apabila harga avtur lebih baik, maka maskapai penerbangan akan lebih memungkinkan untuk berkegiatan.

Selain faktor harga avtur yang mahal, Budi Karya mengatakan, rendahnya load factor pada beberapa rute penerbangan perintis menambah beban maskapai. Beberapa rute penumpang yang sepi antara lain Marowali-Kendari, dan Manado-Morotai.

Kementerian Perhubungan meminta pemerintah daerah menjamin sekitar 20 persen hingga 30 persen.

"Artinya Pemda juga menjamin 20 atau 30 persen sehingga maskapai mendapat kepastian daerah-daerah tersebut operator tidak terlalu bermasalah khususnya Sulawesi Utara," katanya.

TERKINI
Hari Konsumen Nasional Diperingati 20 April, Ini Sejarah hingga Tujuannya 20 April 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini Liam Delap: Chelsea Tak Pantas Kalah dari Manchester United Caicedo: Chesea Belum Menyerah Kejar Tiket Liga Champions