Senin, 25/11/2019 08:45 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Kesehatan Jaafar Allawi mengatakan, lebih dari 110 orang tewas dalam bentrokan dengan polisi selama protes yang telah mengguncang kota-kota Irak sejak awal Oktober, Minggu (24/11) waktu setempat.
"Total 111 orang, baik pengunjuk rasa dan penegak hukum, telah tewas selama protes antipemerintah," katanya dilansir Tass.
Dia juga mengutip hasil penyelidikan yang dilakukan oleh komisi ad hoc yang mengatakan bahwa amunisi dengan gas air mata yang digunakan oleh polisi untuk membubarkan para pemrotes tidak memiliki lapisan beracun.
Sebelumnya, komisi hak asasi manusia parlemen Irak mengatakan sebanyak 319 orang, baik warga sipil maupun polisi, tewas dalam bentrokan.
Serangan Israel Tewaskan 294 Warga Sipil di Lebanon
Bapak dan Anak Tewas Tersengat Listrik Akibat Banjir di Situbondo
Tak Ada Korban Jiwa, 7 Orang Terluka Akibat Truk Ugal-Ugalan di Kota Tangerang
Protes telah terjadi di Irak sejak awal Oktober ketika orang pertama kali turun ke jalan didorong oleh kondisi kehidupan yang buruk, pengangguran yang tinggi di kalangan pemuda dan korupsi.
Protes disertai dengan kekerasan dan kerusuhan di seluruh negeri. Para pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri pemerintah dan pemilihan parlemen awal.
Keyword : Protes IrakKorban Jiwa