Pengayaan Uranium Iran Capai 8.660 SWU

Sabtu, 16/11/2019 09:47 WIB

Teheran, Jurnas.com - Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengatakan, Iran sudah membuat pencapaian yang signifikan dalam memasyarakatkan industri nuklirnya dan kapasitas pengayaan uraniumnya saat ini berada di 8.660 unit kerja terpisah (SWU).

"Stok uranium yang diperkaya Iran telah mencapai lebih dari 500 kilogram dan kapasitas penting ini sedang ditingkatkan. Itu akan mencapai sekitar 11.000 SWU dalam beberapa hari mendatang," kata asisten khusus kepala AEOI, Ali Akbar Salehi kepada IRNA.

Ia menambahkan, sebelum Iran memutuskan langkah ketiga untuk mengurangi komitmennya di bawah kesepakatan nuklir 2015, negara itu memproduksi 450 gram uranium yang diperkaya per hari. Kini, dikalikan 10 kali dan mencapai sekitar 5.000 gram per hari.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan Associated Press, kepala AEOI mengatakan, Iran sudah meningkatkan produksi harian uranium yang diperkaya rendah (LEU) setiap hari setelah melanjutkan pengayaan di fasilitas Fordow.

Salehi menambahkan, kini, Iran memproduksi setidaknya 5,5 kilogram uranium yang diperkaya rendah per hari, dibandingkan dengan produksi sebelumnya sekitar 450 gram per hari.

AEOI mengatakan pada 6 November, pihaknya secara resmi mulai menyuntikkan gas ke ratusan sentrifugal di Fordow pada langkah keempat dari perjanjian nuklir yang ditandatangani antara Iran dan negara-negara besar dunia.

Ini melibatkan menyuntikkan gas UF6 (uranium hexafluoride) ke dalam sentrifugal di bawah pengawasan inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Ira mengatakan penangguhan komitmennya bukan merupakan pelanggaran terhadap JCPOA tetapi didasarkan pada Pasal 26 dan 36 dari perjanjian itu sendiri.

Nasib kesepakatan Iran diragukan sejak Mei 2018, ketika Amerika Serikat (AS) tiba-tiba meninggalkan kesepakatan dan mengembalikan sanksi anti-Iran yang telah dicabut sebagai bagian dari JCPOA.

Teheran mengatakan, Eropa (Inggris, Jerman dan Prancis, Red) sejauh ini gagal menegakkan komitmen mereka. Mereka menyatakan dukungan vokal untuk kesepakatan itu, tetapi tidak mampu memberikan insentif ekonomi yang dipersyaratkan dalam perjanjian nuklir.

TERKINI
Polsek Metro Gambir dan Polres Metro Jakpus Bongkar Home Industri Sabu Hita Iran Bantah Serang UEA, Sebut AS Dalang Operasi False Flag Buruh Tak Faham Manfaat MBG, Pengamat: Problem Tim Komunikasi Presiden Ketum PASBATA: Tuduhan kepada Seskab Teddy Fitnah Personal