Baghdadi Tewas, Ribuan Penggantinya Ngantre

Kamis, 31/10/2019 16:12 WIB

United Nations, Jurnas.com - Pemenang Hadiah Nobel dan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Yazidi, Nadia Murad mengatakan, masih ada "ribuan" militan garis keras yang siap menggantikan pemimpin Islamic State Iraq and Syria (ISIS/Daesh), Abu Bakar al-Baghdadi.

Murad, yang selamat dari perbudakan seksual di tangan ISIS, menyerukan upaya berkelanjutan untuk memberangus para ekstremis dan menindak mereka yang menciptakan "kekhalifahan".

"Kami tidak ingin hanya anggota ISIS seperti Baghdadi terbunuh. Kami juga ingin melihat keadilan. Ada ribuan anggota ISIS. Mereka bergabung dengan al-Baghdadi dan mereka terus melakukan apa yang dia lakukan," kata Murad.

Baghdadi terbunuh setelah meledakkan rompi bunuh dirinya dalam operasi militer Amerika di barat laut Suriah. Namun, masih belum jelas siapa yang akan mengambil alih sebagai komandan ISIS.

Murad, yang diculik dengan saudara perempuan, beberapa keponakan, dan teman-temannya, ditahan di Mosul, Irak, tempat ia diperkosa dan disiksa sebelum akhirnya berhasil melarikan diri.

Pejuang ISIS juga membunuh ibunya, enam saudara laki-laki, dan kerabat lainnya. (Anadolu)

TERKINI
Kerugian Perang Lebanon Capai 25 Miliar Dolar AS KPK Terbitkan Sprinduk Baru, Usut Korupsi Jalur Kereta di Sumsel Ini Lima Negara Asia yang Paling Sering Lolos ke Piala Dunia Keadilan Sosial di Alquran dan Pancasila dari Kebebasan hingga Kesejahtraan