Waspada, Menteri BUMN Rawan jadi "Sapi Perahan"

Sabtu, 19/10/2019 07:59 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Jelang penyusunan kabinet pemerintahan Presiden Jokowi-Ma`ruf Amin, posisi menteri BUMN menjadi salah satu sorotan. Kementerian BUMN diharapkan tidak diduduki kader partai politik (Parpol).

Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago menilai, jika pos menteri BUMN diisi oleh orang partai, maka akan rawan menjadi sapi perahan atau mesin ATM partai.

"Sebaiknya sih diisi oleh kalangan profesional, yang memiliki kemampuan memanajeri Perusahaan," kata Pangi, Jakarta, Jumat (18/10).

Namun, kata Pangi, jangan sampai kalangan profesional ini membawa agenda kepentingan para pebisnis.

"BUMN ini seharusnya menjadi alat negara untuk menghasilkan uang, dimana uang ini untuk menutupi defisit seperti PLN atau BPJS Kesehatan," tegasnya.

Sehingga manfaat BUMN sangat dirasakan oleh rakyat. Jangan malah rakyat yang dibebankan untuk menutupi defisit, dengan cara menaikkan harga listrik ataupun iuran BPJS Kesehatan.

Menanggapi wacana Erick Thohir untuk menjabat Menteri BUMN, Pangi menyebut, mantan Ketua TKN itu tidak layak diposisi tersebut.

"Saya rasa Erick Thohir cocok jika menjadi Menpora. Karena pengalamannya sebagai Ketua Panitia Asian Games, pernah menjadi Ketua Umum KOI, pernah membeli Inter Milan, DC United," jelas Pangi.

TERKINI
KPK Tetapkan Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Tersangka Pemerasan Madrid Selangkah Lagi Amankan Ibrahima Konate, Perez Beri Sinyal Kuat Taiwan Desak China Akui Insiden Berdarah Tiananmen 1989 Mengintip Peringkat Rupiah di ASEAN usai Dolar Tembus Rp18.000