Tak Hanya Busana Nasional, Kebaya jadi Identitas Budaya

Selasa, 08/10/2019 13:20 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Warna-warni kebaya dan kain tampak di selasar Ruang Guyub Istora Senayan. Hari ini Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia turut memeriahkan acara Pekan Kebudayaan Nasional yang dihelat Dirjen Kebudayaan.

Salah satu tujuan digelar acara yang bertajuk Rumpi Kebaya ini adalah menarik minat perempuan muda untuk mau memakai kebaya.

Gerakan "Indonesia Berkebaya" yang dideklarasikan oleh Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia berupaya mengembalikan semangat kebudayaan Indonesia dan mencintai Indonesia dengan berkebaya.

Founder Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia, Rahmi Hidayati menuturkan pihaknya telah mencanangkan rangkaian kegiatan, salah satunya dengan gerakan ’’Selasa Berkebaya”.

“Setiap hari Selasa para perempuan menggunakan kebaya dalam kesehariannya, baik ke kantor, ke pasar, dan berbagai aktivitas lainnya,” kata dia.

Ada empat tujuan utama gerakan ’’Indonesia Berkebaya’’ yang diusung Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia, yakni:

1. Memperkenalkan kembali kebaya sebagai bagian dari sejarah dan budaya Indonesia kepada generasi muda Indonesia.

2. Meningkatkan kreativitas dalam mendesain kebaya tanpa meninggalkan pakem budaya yang merupakan warisan leluhur, menjadi pemersatu bangsa, dan fungsi ekonomi yang bisa memajukan ekonomi kerakyatan

3. Memperjuangkan kebaya ke Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) agar bisa seperti batik, yakni menjadi warisan budaya Indonesia.

4. Diharapkan pemerintah akan menetapkan salah satu tanggal sebagai Hari Kebaya Nasional.

TERKINI
Mengapa Hari Mendengarkan Sedunia Diperingati Setiap 18 Juli? Prediksi Starting XI Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 18 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Empat Pangkalan Militer AS