Suriah Menuntut Penarikan Semua Pasukan AS dan Turki

Minggu, 29/09/2019 07:40 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Diplomat top Suriah menuntut penarikan segera pasukan Amerika Serikat dan Turki dari negara itu dan mengatakan pemerintahnya berhak untuk mempertahankan wilayahnya dengan cara apa pun yang diperlukan jika mereka tetap berada di wilayah tersebut.

Dilansir 9News, pernyataan Menteri Luar Negeri Walid al-Moallem kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dibuat ketika Turki dan AS terus maju dengan kesepakatan untuk menciptakan zona aman di sepanjang perbatasan Suriah dengan Turki.

Di bidang politik, ia menegaskan kembali dukungan pemerintah untuk komite yang baru-baru ini disepakati untuk merancang konstitusi baru bagi negara.

Seperti yang telah menjadi nada pemerintah sejak dimulainya pemberontakan 2011 di Suriah, menteri luar negeri mengambil garis keras, menekankan tidak boleh ada gangguan dari negara manapun.

Al-Moallem juga menyoroti tantangan besar untuk mencapai rekonsiliasi di Suriah, di mana lebih dari 400.000 orang telah terbunuh selama konflik dan jutaan lainnya telah melarikan diri.

Konflik selama lebih dari delapan tahun juga telah menarik banyak militer asing dan ribuan pejuang asing ke Suriah, banyak dari mereka mendukung kelompok ekstremis ISIS yang sekarang telah dikalahkan dan yang lainnya masih ada di sana mendukung oposisi dan memerangi pasukan pemerintah.

"Amerika Serikat dan Turki mempertahankan kehadiran militer ilegal di Suriah utara," kata al-Moallem.

"Setiap pasukan asing yang beroperasi di wilayah kami tanpa otorisasi kami adalah pasukan pendudukan dan harus segera ditarik," tambahnya.

TERKINI
Mengapa Tidur Tengkurap Tidak Dianjurkan dalam Islam? Penyakit Ain Benar Ada, Ini Sebab dan Cara Melindungi Diri Menurut Islam Hari Musik Sedunia Diperingati Setiap 21 Juni, Ini Sejarah hingga Tujuannya Mengapa Hari Yoga Internasional Diperingati Setiap 21 Juni?