Sabtu, 28/09/2019 21:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com – Rekrutmen mahasiswa Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) baru akan dibuka tahun depan. Namun di tahun perdananya, perguruan tinggi Islam negeri di bawah Kementerian Agama (Kemenag) ini hanya akan menerima sekitar 200 mahasiswa baru.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan, minimnya mahasiswa yang direkrut karena UIII belum akan menerima jenjang sarjana (S1).
“Kapasitas tidak banyak, paling 200 orang. Karena juga tidak ada S1, adanya S2 (magister) dan S3 (doktor),” terang Kamaruddin usai acara pembukaan Muktamar Pemikiran Santri Nusantara 2019 di Jakarta, pada Sabtu (28/9).
Kamaruddin mengatakan, pemerintah belum memutuskan perbandingan jumlah antara mahasiswa internasional dan domestik yang akan diterima di UIII. Dia menjamin, untuk mahasiswa internasional tidak akan luput dari seleksi.
Ikuti Ujian Nasional Kesetaraan, Ijazah 69.176 Santri Diakui
Sertifikasi Angkatan ke-4, 97.122 Guru Kemenag Dinyatakan Lolos
Kemenag Pastikan Serius Benahi Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru
Lebih lanjut, Kamaruddin menyebut pemerintah belum belum menargetkan jumlah beasiswa yang akan diberikan. Kebijakan terkait beasiswa, kata dia, masih menunggu kesanggupan anggaran.
“Diusahakan (beasiswa), tapi belum pasti tergantung ketersediaan anggaran kita. Apakah nanti semuanya 100 persen, 50 persen, nanti akan dirumuskan kembali,” jelas dia.
Sebagai tambahan, saat ini pemerintah sedang melakukan penjaringan dosen asing dan lokal yang akan mengajar di UIII, dan disesuaikan dengan fakultas tersedia di kampus yang berlokasi di Depok, Jawa Barat tersebut.
Seperti diketahui, UIII didirikan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendidikan Universitas Islam Internasional Indonesia, yang fokus pada studi agama Islam, ilmu sosial, humaniora dan sains teknologi.
UIII merupakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang dipimpin oleh Prof. Dr. Komaruddin Hidayat.