Zarif: Iran Tak Dapat Dipatahkan dengan Sanksi

Selasa, 24/09/2019 09:15 WIB

Teheran, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menegaskan, Iran tidak akan bertekuk lutut di bawah sanksi keras Amerika Serikat (AS).

"Tinggalkan ilusi bahwa Iran dapat dipatahkan dengan tekanan. Kami menentang agresi dan provokasi AS," tegas Zarif, yang saat ini berada di New York untuk pertemuan ke-74 Majelis Umum PBB.

Ketegangan antara Iran dan AS memanas sejak Mei 2018, saat Presiden Donald Trump secara sepihak menarik negaranya dari kesepakatan nuklir dan menerapkan kembali sanksi terberat yang pernah ada terhadap Republik Islam.

Trump merupakan kritikus keras kesepakatan yang capai pada 2015 oleh Iran dan enam negara adidaya, termasuk Amerika Serikat (AS), Prancis, Inggris, China, Rusia, dan Jerman.

Di bawah perjanjian multilateral yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), semua sanksi yang diberlaukan terhadap Iran dicabut sebagai imbalan Teheran pembatas program nuklirnya.

TERKINI
Hukum Puasa Tasua 9 Muharram Digabung dengan Qadha Ramadan Kilas Balik Hari Asyura, Momen Kemenangan Tauhid di Laut Merah Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram 2026, Menghapus Dosa Setahun Lalu Korupsi CSR BI, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assiddikki