Senin, 23/09/2019 12:01 WIB
Washington, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, mendesak negara-negara Asia Tengah menolak tuntutan China untuk memulangkan warga etnis Uighur.
Permintaan itu disampaikan pada pertemuan dengan menteri luar negeri Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan pada Minggu (22/9).
Ia meminta rekan-rekannya untuk bekerja sama dalam kontra terorisme, menyoroti penanganan pejuang teroris asing dan pengembalian mereka, penuntutan dan reintegrasi.
Pompeo juga menegaskan, Washington berjanji untuk mendukung dan membantu negara-negara Asia Tengah memerangi terorisme.
Iran Siap Berunding, Tawarkan Proposal Baru ke Amerika Serikat
Momen King Charles III Lontarkan Candaan ke Donald Trump
AS Klaim telah Sita Hampir 500 Juta Dolar Aset Kripto Iran
"Dan lebih jauh tentang masalah terorisme, saya ingin menjelaskan, kampanye represif China di Xinjiang bukan tentang terorisme. Ini tentang upaya China untuk menghapus kepercayaan dan budaya Muslim warganya sendiri," kata Pompeo.
Menurut laporan PBB, sekitar 1 juta orang, atau sekitar 7 persen dari populasi Muslim di wilayah Xinjiang China, kini dipenjara dalam "kamp pendidikan ulang politik" yang terus berkembang.
"Kami menyerukan semua negara menentang tuntutan China untuk memulangkan Uighur," kata Pompeo.
Wilayah Xinjiang China adalah rumah bagi sekitar 10 juta warga Uighur.
Kelompok Muslim Turki, yang membentuk sekitar 45 persen dari populasi Xinjiang, telah lama menuding otoritas China melakukan diskriminasi budaya, agama dan ekonomi.