Minggu, 15/09/2019 19:15 WIB
Wina, Jurnas.com - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) akan mengadakan Konferensi Umum ke-63 di Wina pada 16-20 September 2019. Topik yang akan diangkat di antaranya seputar masalah nuklir.
Delegasi dari 171 negara anggota akan membahas penguatan efektivitas implementasi upaya perlindungan dan memanfaatkan lebih banyak ilmu dan teknologi nuklir untuk pembangunan.
"Pada Konferensi Umum ini, kami perlu menunjukkan komitmen baru terhadap penggunaan teknologi nuklir secara damai, aman, dan aman di seluruh dunia," Penjabat Direktur Jenderal IAEA, Cornel Feruta seperti dalam sebuah pernyataan.
Feruta menambahkan bahwa konferensi akan menjadi peluang besar bagi negara-negara anggota untuk meninjau kegiatan IAEA dan bertukar pengalaman.
Iran Desak AS Setop Tuntutan Berlebihan sepanjang Perundingan
Negosiasi Nuklir AS-Iran Macet, Perundingan Dilanjut Maret
Presiden Iran Takkan Tunduk pada Tekanan AS dalam Negosiasi Nuklir
Item agenda akan mencakup penerapan perlindungan IAEA di Timur Tengah dan di Korea Utara, serta masalah yang terkait dengan keselamatan radiasi dan cara-cara memperkuat kegiatan kerja sama teknis badan tersebut.
Dilansir dari Anadolu, laporan tahunan IAEA dan laporan keuangan pada 2018 adalah masalah lain yang akan dibahas para pejabat selama konferensi tersebut.