Selasa, 10/09/2019 15:56 WIB
Seoul, Jurnas.com – Korea Utara meluncurkan dua proyektil jarak pendek pada Selasa (10/9) pagi. Padahal, hanya beberapa jam sebelumnya, Korut menawarkan dialog ke Amerika Serikat (AS).
"Rudal-rudal itu ditembakkan ke perairan terbuka tetapi sempat terbang di atas daratan melintasi Semenanjung Korea dari Provinsi Pyongyang Selatan," kata kepala staf gabungan Korea Selatan, yang menganalisa proyektil bersama para peneliti Amerika.
Peluncuran itu adalah yang pertama dalam 17 hari, tetapi uji coba rudal ke-10-nya selama tahun ini.
Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa Presiden Donald Trump Trump akan "sangat kecewa" jika pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tidak kembali ke perundingan denuklirisasi.
Iran Disebut Setuju Buka Selat Hormuz Tanpa Tarif
AS dan Iran Dikabarkan Bertemu di Swiss Pekan Depan
Imbas Pengelolaan Data dan Dampak AI, OpenAI Hadapi Penyelidikan Masif di A
Trump dan Kim Jong un sepakat untuk melanjutkan perundingan tingkat kerja ketika mereka bertemu di perbatasan antar-Korea pada Juni.
Menurut kantor berita KCNA milik pemerintah Pyongyang, Choe Son-hui, wakil menteri luar negeri pertama Korut, menegaskan bahwa negaranya siap mengadakan dialog akhir bulan ini.
Ia juga meminta Washington untuk membuat proposal yang dapat diterima.