Kamis, 05/09/2019 09:35 WIB
Teheran, Jurnas.com - Menteri Energi Iran, Reza Ardakanian, mengatakan, Rusia siap berinvestasi hingga USD10 miliar di industri minyak Iran meskipun ada sanksi Amerika Serikat (AS) yang menghambat upaya Teheran untuk melibatkan negara lain dalam proyek energi.
Ardakanian, yang berada di Moskow untuk bertemu dengan para pejabat Rusia, mengatakan, negosiasi mengenai keterlibatan Rusia dalam proyek-proyek minyak Iran akan segera dimulai.
"Negosiasi ini akan dimulai dalam waktu dekat dan kami berharap kami dapat mencapai hasil yang baik dalam hal ini," kata Ardakanian kepada koresponden dari agen resmi IRNA di Moskow.
Ardakanian tidak akan menjelaskan lebih lanjut tentang rencana Rusia untuk menumbuhkan kerja sama energi dengan Iran. Namun, pernyataan itu tak lama setelah beremu mitranya dari Rusia, Alexander Novak, di mana keduanya membahas pengembangan proyek investasi energi bersama.
Rusia Kecam Rencana Uni Eropa Razia Kapal Tanker Asing
UE Usul Sanksi Ke-21 untuk Rusia, Kripto hingga Perikanan Ikut Diincar
Drone Rusia Hantam Fasilitas Penyimpanan Nuklir Chernobyl
Ardakanian mengatakan, hasil utama dari pertemuannya dengan Novak adalah menyelesaikan dokumen yang diperlukan untuk memulai kegiatan pembangunan pembangkit listrik 1.400 megawatt di provinsi Hormuzgan, Iran selatan dengan bantuan keuangan dari pemerintah Rusia.
"Republik Islam Iran mengharapkan proyek ini akan dimulai dalam dua bulan ke depan," kata pejabat Iran, yang merujuk pada pembangkit listrik Sirik di mana Rusia telah berkomitmen untuk pinjaman USD1,2 miliar.
Ia mengatakan masalah energi lain yang dibahas dalam pembicaraannya dengan para pejabat Rusia adalah persiapan sebuah proyek untuk menyinkronkan jaringan listrik Iran, Rusia dan Azerbaijan melalui Baku.
Ardakanian mengatakan bahwa proyek akan dimulai dalam waktu setahun setelah fase studi selesai.
Keyword : Energi IranRusiaReza Ardakanian