Minggu, 25/08/2019 01:57 WIB
Washington, Jurnas.com - Menurut data yang dirilis oleh perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes, jumlah rig minyak di Amerika Serikat turun ke level terendah sejak April.
Hitungan rig minyak, yang merupakan indikator produksi minyak mentah di masa depan. Pada minggu terakhir, 23 Agustus 2019, jumlahnya turun sebesar 16 rig menjadi 754, dari sebelumnya 770 pada minggu sebelumnya.
Penurunan jumlah rig minyak menandai penurunan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir 26 April di AS, juga mencatat penurunan mingguan ketujuh dalam delapan minggu terakhir.
Dengan hasil itu, jumlah total rig minyak di produsen minyak terbesar dunia juga mencapai level terendah sejak Januari 2018.
Pengamat: Data Strategis Indonesia Tak Boleh Lepas dari Kendali Negara
Wakil Presiden AS: Tidak Ada Bukti Iran Masih Tutup Selat Hormuz
Trump Perkenalkan Pesawat New Air Force One, Hadiah dari Qatar
Meskipun penurunan dalam jumlah rig minyak, harga minyak mentah mengalami penurunan tajam pada Jumat setelah China dan AS saling mengenakan tarif retaliasi.
Patokan internasional, minyak mentah Brent turun 1,32 persen dan ditutup pada level USD59,13 per barel, sementara patokan Amerika West Texas Intermediate turun 2,53 persen di level USD53,95 per barel. (AA)