Kamis, 22/08/2019 20:30 WIB
Beijing, Jurnas.com - Juru bicara Kantor Urusan Dewan Negara Taiwan, Ma Xiaoguang, kembali mendesak Amerika Serikat (AS), untuk segera menghentikan penjualan senjata ke negaranya.
AS juga didesak agar menghentikan dukungannya untuk pasukan separatis "kemerdekaan Taiwan", sebagaimana diwartakan oleh People`s Daily, pada Kamis (22/8).
Juru bicara Ma menyampaikan pernyataan ini, dalam rangka menanggapi pertanyaan awak media, terkait penjualan jet tempur F-16V Amerika Serikat ke Taiwan.
Sebagai oposisi China, Amerika Serikat bersikeras menjual senjata ke Taiwan. Ma mencatat bahwa langkah itu secara besar-besaran mencampuri urusan dalam negeri China, dan telah melanggar prinsip Satu China dan kerja sama China-AS-Taiwan.
AS Kecam Intimidasi China demi Gagalkan Perjalanan Presiden Taiwan
FIFA Rilis Tambahan Tiket Piala Dunia, Babak Final Tembus Rp188 Juta!
Beralih ke Ponsel Jadul Jadi Tren Baru di AS, Wajib Diikuti!
"Langkah itu secara serius merusak hubungan China-AS, dan secara terang-terangan merusak hubungan di Selat Taiwan serta perdamaian dan stabilitas di selat itu," kata Ma.
Mengabaikan kesejahteraan, kepentingan, dan kehidupan rekan senegaranya Taiwan, otoritas Partai Progresif Demokratik (DPP) tanpa malu-malu menjual diri dan mengungsi ke Amerika Serikat.
Menurut Ma, partai itu telah membawa 23 juta pemilihnya ke jalan buntu, yang pasti akan menghadapi hukuman oleh sejarah.
Keyword : Taiwan Amerika Penjualan Senjata