Selasa, 20/08/2019 22:40 WIB
Seoul, Jurnas.com - Pasukan gabungan Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) telah mengakhiri latihan militer tahunan bersama, pada Selasa (20/8). Latihan itu selesai sesuai dengan jadwal sebelumnya.
Latihan militer gabungan pos komando yang disimulasikan komputer, telah diluncurkan awal bulan ini, dengan tidak memobilisasi peralatan militer dan angkatan bersenjata.
Dikutip dari People`s Daily, kegiatan tersebut berguna memverifikasi kemampuan operasional awal militer Korsel (IOC), dalam memindahkan kendali operasional masa perang pasukan Korea Selatan dari Washington ke Seoul.
Komando operasional Korea Selatan pernah diserahkan kepada Komando PBB yang dipimpin AS, pasca Perang Korea tiga tahun pecah pada 1950. Seoul mendapatkan kembali komando masa damai pada 1994.
Korea Selatan Tegaskan Selat Hormuz Harus Tetap Aman di Tengah Tekanan AS
Menlu Korsel dan Iran Bahas Keamanan Pelayaran di Selat Hormuz
AS Ajak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional
Choi Hyun-soo, juru bicara kementerian pertahanan Seoul, mengatakan dalam konferensi pers bahwa penilaian terhadap latihan akan dirilis di akhir latihan.
Sebelumnya, latihan militer bersama AS dan Korsel menuai reaksi keras dari Korea Utara (Korut). Pyongyang meluncurkan uji coba rudal balistik sebanyak enam kali, selama latihan militer tersebut.
Keyword : Korea Selatan Amerika Serikat Latihan Militer