Korsel Minta Jepang Sadar Pernah Jadi Penjajah

Kamis, 15/08/2019 11:29 WIB

Seoul, Jurnas.com - Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in meminta Jepang menyadari masa lalunya sebagai negara penjajah Korsel di masa perang.

Kendati demikian, Moon menyebut negaranya akan dengan senang hati bergandengan tangan, jika Tokyo memilih dialog di tengah meningkatnya pertikaian perdagangan kedua negara.

Dalam pidato kenegaraan di Hari Pembebasan yang menandai kemerdekaan Korea dari penjajahan Jepang (1910-1945), Moon memperingatkan bahwa tatanan perdagangan bebas global akan menderita, jika suatu negara `mempersenjatai` sektor di mana ia memiliki keunggulan.

Seperti diketahui, Jepang memberlakukan pembatasan ekspor terhadap beberapa bahan berteknologi tinggi ke Korea, yang memicu perang dagang di kedua negara.

Seoul memandang tindakan itu sebagai pembalasan atas pertikaian tentang masalah kerja paksa di masa perang. Jepang berkilah, kebijakan itu dikarenakan alasan keamanan.

"Kami harap Jepang memainkan peran utama bersama dalam memfasilitasi perdamaian dan kemakmuran di Asia Timur," kata Moon dilansir dari Reuters, pada Kamis (15/8).

"Jepang harus merenungkan masa lalu yang membawa kemalangan bagi negara-negara tetangganya," tandas dia.

TERKINI
Ingin Menjadi Orang yang Kuat? Ini Pesan dari Rasulullah Pesan Penting untuk Anda yang Sering Menilai Kesalahan Orang Lain Asal Usul Penamaan Bulan Jumadil Awal dan Maknanya Amalan Sunah di Bulan Jumadil Awal yang Bisa Diamalkan