Antropolog Inggris-Iran Ditangkap di Teheran

Kamis, 15/08/2019 07:58 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Antropolog Inggris-Iran Kameel Ahmady ditangkap di Teheran pada akhir pekan dan dibawa ke penjara Evin yang terkenal jahat.

Penjara Evin dikenal karena menampung para tahanan politik, akademisi, seniman, jurnalis, dan aktivis.

Istri Ahmady, Shafagh Rahmani, mengatakan bahwa suaminya tidak didakwa melakukan kejahatan dan jaksa penuntut tidak mengungkapkan tuduhan tersebut.

"Suami saya diberikan kewarganegaraan Inggris 25 tahun yang lalu tetapi telah tinggal di Iran dalam 15 tahun terakhir," kata Rahmani dilansir The National, Kamis (15/08).

Penangkapan suaminya terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Inggris.

Situs web Ahmady menunjukkan bahwa ia telah melakukan penelitian dalam isu-isu sensitif di Iran, termasuk studi komprehensif pertama tentang mutilasi genital perempuan dan kawin kontrak.

Dia juga telah meneliti identitas berbagai kelompok etnis di Iran dan kehidupan anak-anak yang mencari sampah di Teheran.

Ahmady telah bekerja di Afrika, Timur Jauh, Bosnia, Turki, Afghanistan dan Irak.

Dia menjadi tertarik pada kehidupan sehari-hari populasi lokal, tradisi dan kebiasaan mereka, terutama yang berbahaya, dan juga dampak konflik, perang dan kemiskinan pada mereka.

Dia belajar di London School of Economics dan di Belanda, dan mengatakan dia telah menerbitkan buku dan makalah tentang gender, minoritas, pernikahan anak usia dini dan pembunuhan "kehormatan".

TERKINI
Terus Digempur, Beberapa Warga Gaza Terluka Akibat Serangan Drone Israel Anggaran 2026 Terbatas, Komisi V Minta Kemenhub Gandeng Investor Swasta Stok Obat Habis, Sektor Kesehatan Palestina Berada di Ambang Kehancuran Pemprov Jabar Tegaskan Menjaga Aset Negara drai Ancaman Gugatan PLK