Senin, 05/08/2019 21:16 WIB
Jakarta, Jurnas.com – Pengangkatan Romi Syofpa Ismael menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) menemui titik terang.
Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria berencana akan menempatkan Romi di RSUD, dengan pertimbangan kondisi kesehatan dan kondisi RSUD.
“Rencana kami mau mendaftarkan di RSUD karena berada di pusat kota dan ramai, sehingga memudahkan Romi untuk beraktivitas,” ungkap Muzni usai menghadap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Syafruddin, di Jakarta, pada Senin pagi (05/08).
Nantinya, kata Muzani, Romi akan mengisi satu formasi khusus bagi penyandang disabilitas
Bertemu MenPANRB, Mendes Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
DPR Minta Pemerintah Tak Buru-buru Menaikan Tarif Royalti Tambang
Gas Melon Mulai Langka, DPR Segera Panggil Pertamina Patra Niaga
Muzni bersama anggota Komisi VIII DPR F-PDIP, Rieke Diah Pitaloka mendatangi KemenPANRB untuk menyelesaikan polemik drg. Romi Syofpa Ismael.
“Kami sudah mengantarkan langsung berkas Romi ke MenPANRB dan selanjutnya berkoordinasi ke BKN untuk pengangkatannya,” ujar Muzni.
Polemik Romi bermula ketika ia dicoret sebagai CPNS karena disabilitas, meski ia lulus semua tahapan tes rekrutmen CPNS yang cukup ketat. Kasus ini menyita perhatian banyak kalangan masyarakat.
Muzni selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK) menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas permasalahan yang terjadi. “Atas kesalahan ini, kami sudah mengoreksi dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” tandas dia.
Keyword : Dokter Romi CPNS Disabilitas MenPANRB Syafruddin