Jum'at, 26/07/2019 18:30 WIB
Wellington, Jurnas.com - Tak kurang dari 200 korban selamat dalam teror penembakan brutal di masjid Christchurch, Selandia Baru, memperoleh kesempatan berhaji dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud.
Kedutaan Besar Saudi untuk Selandia Baru pada Jumat (26/7) dalam pernyataannya mengatakan, perpisahan dengan para jemaah dilakukan di salah satu masjid, lokasi penembakan beberapa bulan lalu.
Dikutip dari Press Association, saudara laki-laki Aya al-Umari, Hussein yang berusia 35 tahun merupakan salah satu korban tewas dalam aksi teror yang dilakukan oleh Brenton Tarrant tersebut.
Dia mengatakan hadiah berhaji dari Raja Saudi merupakan sebuah kehormatan. Al-Umari sempat memperlihatkan dokumen visa, yang menyatakan bahwa dia merupakan tamu Tanah Suci.
Flu Burung Terdeteksi, Populasi Spesies Langka Terancam Punah
Usai Australia, Selandia Baru Laporkan Kasus Pertama Flu Burung
KPK Rampungkan Penyidikan 4 Tersangka Korupsi Kuota Haji
Umari juga mengatakan bahwa dia merasa mendiang sang kakak tetap menemaninya selama ini. Dia akan terus memanjatkan doa, ketika melakukan perjalanan ke Mekkah awal Agustus nanti.
Seperti diketahui, pria berkulit putih asal Australia, Brenton melakukan penembakan membabi buta pada pertengahan Maret lalu, di dua masjid di Christchurch. Setidaknya 50 orang tewas dalam tragedi tersebut.
Keyword : Penembakan Christchurch Selandia Baru Arab Saudi Haji