Jum'at, 12/07/2019 10:30 WIB
Riyadh, Jurnas.com - Arab Saudi mengeluarkan peringatkan kepada seluruh warganya agar tidak mengunjungi Turki. Riyadh disebut sedang menyerukan untuk memboikot Ankara menyusul kematian mengerikan jurnalis Jamal Khashoggi.
Kedutaan Arab Saudi di Ankara memperingatkan warga Saudi yang berkunjung ke Turki untuk menjaga barang-barang mereka dengan baik karena kasus pencurian paspor Saudi di Istanbul meningkat.
Pekan lalu, kedutaan Arab Saudi mengeluarkan peringatan yang sama, mengklaim bahwa geng Turki mencuri paspor 165 warga Saudi di lingkungan Istanbul yang populer di kalangan turis.
"Pencurian dan pencopetan tidak terbatas pada wisatawan Saudi, tetapi kami telah mendengar kasus serupa di antara wisatawan Arab," bunyi Tuduhan Penuntut di Konsulat Saudi di Istanbul Meshary Al-Thyaby seperti dikutip oleh Asharq al-Awsat.
Ini Bedanya Visa Haji, Umrah dan Ziarah Bagi Jamaah
Rusia Bahas Rencana Turki Jual Sistem Rudal S-400
Erdogan Desak Sekutu NATO Cabut Pembatasan Industri Pertahanan
Peringatan itu datang di tengah pembunuhan Khashoggi tampaknya memiliki efek negatif pada perjalanan Saudi ke Turki, dan seruan di Riyadh untuk memboikot Ankara.
Hubungan antara Turki dan Arab Saudi merosot ke posisi terendah baru setelah Khashoggi dibunuh oleh regu pembunuh di dalam konsulat Arab Saudi di Istanbul Oktober lalu.
Pemerintah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan adalah yang pertama melaporkan pembunuhan Khashoggi dan sejak itu terus menekan Riyadh untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan badannya yang terpotong-potong, yang masih hilang.
CIA telah menyimpulkan, pembunuhan itu diperintahkan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Namun, Salam memperingatkan agar tidak mengeksploitasi kasus pembunuhan demi kepentingan politik.
Keyword : Arab SaudiJamal KhashoggiTurki