Jum'at, 05/07/2019 10:45 WIB
Ankara, Jurnas.com - Seorang penyanyi asal Inggris, Joss Stone yang datang dalam kunjungan biasa ke Iran, ditahan dan dideportasi ke negaranya.
Joss Stone, penyanyi soul dan R&B, penulis lagu, dan aktor, Joss Stone mengatakan melalui akun Instagram-nya, "Kami datang ke Iran, kemudian ditahan, lalu kami dideportasi."
Seniman Inggris itu membagikan gambar di Instagram saat dia mengenakan kerudung yang menutupi sebagian kepalanya.
Stone mengungkapkan dirinya mendatangi Pulau Kish di Teluk Persia hanya sebagai turis biasa.
Deportasi Anak-anak Ukraina, Rusia Lakukan Kejahatan Perang
Israel Memulai Deportasi, Aktivis Armada Gaza Tuduh Dianiaya saat Ditahan
Kemenlu Israel Sebut Empat Warga Italia Dideportasi, Aktivis Lain Diproses
Dia menuturkan otoritas Iran tak mengizinkan dirinya masuk ke dalam negara itu meski dia telah mencoba menjelaskan bahwa maksud kedatangannya hanya untuk berekreasi melihat Iran bukan untuk mengadakan konser.
"Kami sadar bahwa kami tidak dapat melakukan konser publik karena dilarang di negara ini,” ungkap Stone dalam keterangan di akunnya itu.
“Secara pribadi saya tidak suka memasuki penjara Iran atau mencoba mengubah kebijakan negara yang saya kunjungi, dan juga saya tidak ingin menyebabkan orang-orang ke dalam bahaya,” tutur dia.
“Tampaknya pihak berwenang tidak percaya kami tidak akan mengadakan konser,” lanjut Stone.
“Mereka memasukkan kami ke daftar yang mereka sebut daftar hitam, dan kami menyadari ini setelah kami pergi ke kantor imigrasi," ujar dia.
Stone mengungkapkan dirinya ditahan pada malam hari lalu dideportasi di pagi esok harinya.
Dia mengatakan pihak berwenang Iran memperlakukannya dengan sangat baik dan sopan selama di bandara, tetapi dia merasakan sakit hati karena dirinya dimasukkan ke daftar hitam dan tak diizinkan memasuki negara tersebut. (AA/Ahmet Dursun)