Rabu, 26/06/2019 22:59 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun mengganti nama "Kesepakatan Abad Ini" Presiden Donald Trump dengan sebuatan "Kesepakatan Terburuk Abad Ini".
"Kami menamainya Kesepakatan Terburuk Abad Ini," kata Zuhair pada konferensi pers "Situasi Timur Tengah dan Palestina" di Keduataan Besar Palestina untuk Republik Indonesia, di Jakarta, Rabu (26/6).
Zuhair menegaskan bawah Palestina tidak akan pernah menerima "Kesepakatan Abad Ini" karena Washington telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
"Kita sama-sama mengetahui bahwa Yerusalem itu merupakan garis merah bagi orang-orang yang ingin menjajahnya. Maka kami akan terus bertahan dengan perjuangan kami untuk tidak membiarkan Yerusalem begitu saja diambil orang yang tidak berhak," tegasnya.
Satu Prajurit UNIFIL Kembali Tewas dalam Serangan Mortir di Lebanon Selatan
Tok! Parlemen AS Sepakat Hentikan Aksi Militer terhadap Iran
PBB Desak Israel Cabut Pembatasan Kamp Pengungsian di Tepi Barat
Dijelaskan Zuhair bahwa Palestina tidak sepakat dengan model politik AS, sebab Israel adalah mitra yang sebenernya mendapat keuntungan dari proyek-proyek perdamaian yang digembor-gemborkan Trump.
"Trump tidak menjadi penengah dalam hal perdamaian sama sekali. Padahal sudah ada di dalam kesepakatan internasional yang disetujui pada 1957, bahwasanya al-Quds atau Yerusalem adalah ibukota bagi Palestina," katanya.
Selain itu, Palestina juga dengan tegas menentan pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. "Kesepakatan itu akan sia-sia karena Palestina tidak akan pernah menyetujuinya," ungkap Zuhair.