Minggu, 23/06/2019 21:01 WIB
Beirut, Jurnas.com - Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri menegaskan tidak tertarik dengan proposal investasi dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebesar US$50 miliar untuk rencana perdamaian Timur Tengah.
Pada Minggu (23/6), Berri mengatakan bahwa Lebanon tidak ada tergoda oleh uang karena mengorbankan hak-hak rakyat Palestina.
Dan jika AS menganggap Beirut terpikat dengan uang puluhan miliar dolar tersebut, kata Berri, maka Washington keliru besar, kendati saat ini negara itu sedang berjuang melewati krisis ekonomi.
Sebagaimana dilansir dari Associated Press, AS menyodorkan proposal berdurasi sepuluh tahun untuk proyek pengungsi Palestina di Lebanon sebesar US$6,3 miliar.
Iran Disebut Setuju Buka Selat Hormuz Tanpa Tarif
AS dan Iran Dikabarkan Bertemu di Swiss Pekan Depan
Kapal Tanker Dihantam Proyektil Misterius di Oman, India-AS Ikut Memanas
Selain itu, Gedung Putih juga menawari pembangunan di Tepi Barat dan Gaza senilai US$27,5 miliar, di Mesir US$9,1 miliar, dan di Yordania US$7,4 miliar.
Jumlah besar tersebut, menurut AS merupakan langkah nyata untuk menyerap pengungsi Palestina yang keluar dari negaranya akibat konflik.
Keyword : Lebanon Amerika Serikat Timur Tengah