Sabtu, 22/06/2019 09:19 WIB
Kairo, Jurnas.com - Putra almarhum mantan Presiden Mesir, Mohamed Morsi menuduh Presiden petahana Abdel Fattah el-Sisi dan sejumlah pejabat lainnya membunuh ayahnya.
Morsi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis diringukus setelah digulingkan dalam kudeta militer yang dipimpin el-Sisi pada 2013. Ia meninggal pada Senin (17/6) saat diadili di ruang sidang Kairo atas tuduhan mata-mata (spionase).
Lewat akun Twitternya pada Kamis (20/6), putra Morsi, Abdullah, menyebutkan sejumlah pejabat yang ia sebut "mitra" el-Sisi " terlibat dalam membunuh presiden martir".
Ia khususnya menuduh petahana dan mantan menteri dalam negeri Mahmoud Tawfiq dan Magdy Abdel Ghaffar, masing-masing. Ia juga menuding hakim Shirin Fahmy, Shaaban al-Shami dan Ahmed Sabry, serta Jaksa Agung Nabil Sadek dan Abbas Kamel, kepala dinas intelijen.
Israel Buka Kembali Perbatasan Gaza-Mesir dengan Pembatasan Ketat
Lukisan Batu 5.000 Tahun Ungkap Penaklukan Mesir Kuno di Semenanjung Sinai
Menag: Al-Azhar Kairo Siap Bantu Kampus Keagamaan di Indonesia Perkuat Mutu
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Mesir belum memberikan komentari klaim putra Morsi.
Pada saat kematiannya, Morsi yang juga anggota terkemuka Ikhwanul Muslimin Mesir menghadapi sejumlah tuduhan hukum, yang ia, bersama dengan berbagai kelompok hak asasi manusia dan pengamat independen, mengatakan bermotivasi politik.
Keyword : Ikhwanul MusliminMesirMohamed Morsi