Senin, 10/06/2019 20:27 WIB
London, Jurnas.com - Kebijakan Saudi dan Uni Emirat Arab menciptakan lebih banyak terorisme, konflik, dan kekacauan di Timur Tengah dan Afrika.
Demikian Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani mengatakan di London, Senin (10/6).
"Rencana kedua negara memaksakan stabilitas dengan mendukung pemerintah otoriter dan dewan militer di Afrika, Mesir, Libya dan di seluruh dunia Arab adalah pemicu kekacauan," katanya.
Al-Thani juga mengkritik kebijakan bermusuhan penguasa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab terhadap Iran. Ia menyebut upaya mereka mengisolasi Republik Islam itu tidak akan berhasil.
Kenaikan Harga Kondom Picu Penimbunan Stok Besar-besaran di China
AS Langgar Gencatan Senjata, Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz
Krisis Obat-obatan di Sudan Memburuk Akibat Perang AS vs Iran
"Saat ini mereka melanjutkan dengan kebijakan yang sama yang tidak berhasil selama tiga tahun terakhir. Saya pikir kita perlu meninjau kembali ini," kata al-Thani
Pernyataan itu merujuk pertemuan puncak KTT darurat di Mekah. Ia mengatakan pernyataan akhir pertemuan itu tidak disiapkan baik pada tingkat pakar atau menteri sebelum dikeluarkan.
Al-Thani mengatakan bertentangan dengan klaim Saudi, Dewan Kerjasama Teluk Persia (GCC) tidak bersatu dalam pandangannya tentang Iran.
"Qatar juga tidak dapat sepenuhnya mendukung kebijakan Amerika Serikat (AS) tentang Iran karena negara Teluk Persia memandang masalah dari perspektif regional," katanya.
Posisi AS saat ini di Iran, tambahnya, tidak memiliki indikasi jalan ke depan, atau jenis pesan positif atau konstruktif.