Tekan Kanker, YLKI Desak Pemerintah Fokus PTM

Minggu, 02/06/2019 22:50 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pemerintah fokus pada pembangunan kesehatan, untuk menekan jumlah penderita penyakit tidak menular (PTM).

Desakan ini disampaikan Ketua YLKI Tulus Abadi, menyusul meninggalnya ibu negara dari Presiden RI ke-6, Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono, dan dai kondang Kiai Arifin Ilham akibat kanker.

"Penyakit ini terbukti menjadi benalu yang paling dominan bagi financial deficit BPJS Kesehatan," kata Tulus pada Minggu (2/6) di Jakarta.

Jika pemerintah masih bergeming menyikapi kondisi ini, lanjut Tulus, maka prevalensi PTM seperti kanker akan menjadi bom waktu bagi generasi emas yang digadang-gadang oleh pemerintah.

Dalam keterangannya, Tulus juga menyinggung hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018, di mana prevalensi kanker mengalami peningkatan dari 1,4 persen pada 2013, menjadi 1,8 persen pada 2018.

"Ini bukti bahwa masih ada masalah serius terkait perilaku hidup sehat masyarakat, dan arah kebijakan kesehatan yang belum menyentuh hulu persoalan," ucap dia.

Tulus menambahkan, jika arah kebijakan pembangunan kesehatan berjalan benar, maka prevalensi seharusnya menunjukkan penurunan, bukan malah sebaliknya.

"Termasuk prevalensi penyakit kanker," tandas Tulus.

TERKINI
Lima Fakta Menarik Jakarta yang Perlu Diketahui Dipermanenkan dari Barcelona, Ansu Fati Bertahan di Monaco Hingga 2030 Suhu Panas Bikin Pertumbuhan Pohon Melambat, Penyerapan Karbon Menurun Lima Rukun Nikah dalam Islam yang Harus Dipenuhi